LogoBMKG 

 



PageRank Checking Icon

Prospek Hujan Tahun 2008 di Kalimantan Selatan

Umum
Posted by Datin (m yahya) on 02 Nov 2008
Berita >> Umum

PROSPEK HUJAN TAHUN 2008 DI KALIMANTAN SELATAN


Ketika beberapa tempat di Pulau Jawa dilanda kekeringan tahun ini, Kalimantan Selatan justru diguyur hujan, bahkan di akhir bulan Mei 2008 daerah Asam-asam Kabupaten Tanah Laut dilanda banjir. Curah hujan terjadi terus menerus selama seminggu terakhir di pos pengamatan hujan Jorong . Curah hujan maksimum harian tercatat 120 mm (tgl. 26 Mei) dan 121 mm (tgl.30 Mei) menyebabkan banjir di kawasan itu. Sementara di Pulau Jawa banyak waduk mulai menyusut lantaran permulaan musim kemarau yang datangnya lebih awal pada tahun ini.

Mungkinkah iklim telah berubah?

Kalau kita lihat secara Klimatologi secara umum wilayah Kalimantan Selatan dan Pulau Jawa memiliki Pola hujan yang serupa yaitu tipe monsun. Tipe ini memiliki puncak hujan di bulan Desember/Januari dan minimumnya bulan Agustus. Musim hujan umumnya berlangsung bulan Nopember hingga Mei sedangkan Musim Kemarau antara Juni/Juli hingga Oktober.

Sifat hujan yang menunjukkan indikator kualitatip hujan di wilayah Kalimantan Selatan pada periode bulan Juni s/d September 2008 umumnya di Atas Normal (AN). Ini berarti curah hujan menyimpang positip lebih besar 15% dari rata-ratanya. Luasan wilayah Kalsel yang menerima hujan di atas normal pada periode tersebut sekitar 70 %, berarti sebagian besar wilayah ini musim kemaraunya basah. Sedangkan di banyak tempat di Jawa Sifat Musim Kemaraunya di Bawah Normal (BN) sehingga mengakibatkan banyak terjadi kekeringan.

Analisis dinamika atmosfer

Ada beberapa kemungkinan terjadinya anomali musim kemarau tahun ini, diantaranya:

  • Kemungkinan munculnya eddy (aliran udara melingkar berbentuk ellips) di sekitar selat Karimata, menyebabkan pola angin di Kalimantan Selatan cenderung Konvergen (mengumpul) sehingga mudah terjadi hujan.
    Nate
  • Kemungkinan Suhu Laut yang relatip panas di sekitar perairan Kalimantan Selatan, Selat Makasar atau Laut Jawa bagian Timur.
    fog
  • Pengaruh Global :
    1. Nilai Indeks Osilasi Selatan (Selisih tekanan udara Tahiti- Darwin x 10) berharga positip rata2 +4.8 selama bl. Juni s/d September 2008.
    2. Anomali Suhu Muka Laut di Pasifik Ekuator (Nino3.4) berharga negatip rata2 -0.25 selama bl. Juni s/d September 2008.

PARAMETER INDEKS OSILASI SELATAN DAN ANOMALI SUHU MUKA LAUT DI PASIFIK EKUATOR (NINO 3.4)

Parameter Juni Juli Agustus September Rata-rata
I.O.S -2,5 2,2 2,5 17 4,8
Anomali SST -0,5 -0,4 -0,1 0 -0,25

Dampak Kemarau Basah

  1. Produksi padi mengalami peningkatan karena cahaya matahari dan air cukup.
  2. Produksi tebu mutunya turun karena rendemen gula rendah. Demikian pula daun tembakau menjadi tebal dan kurang laku di pasaran. Bunga tanaman rosela rontok.
  3. Nyamuk berkembang biak sehingga kasus malaria dan demam berdarah meningkat.
  4. Penyakit tanaman berkembang terutama virus yang menyerang hortikultura (tanaman pisang layu).
  5. Kegiatan di tempat terbuka menjadi terhambat karena hujan (transportasi, penambangan batubara dll)
  6. Tidak terjadi kebakaran hutan yang luas, jumlah titik api (hot spot berkurang).
  7. Mengurangi stress pada manusia karena suhu udara di musim kemarau relatip nyaman.

Awas Bencana di Musim Hujan

Banyak institusi internasional meramalkan pengaruh global masih bertahan hingga akhir tahun ini (awal tahun depan). Artinya nilai Indeks Osilasi Selatan masih bernilai positip dan Anomali Suhu Muka Laut masih negatip. Kalimantan Selatan sudah memasuki musim hujan mulai pertengahan Oktober 2008 dan puncaknya biasanya terjadi bulan Desember/Januari. Pada saat puncak nanti dalam kondisi normal curah hujan bisa mencapai 300 mm – 400 mm per bulan. Jikalau Suhu Laut di perairan Kalsel masih panas, angin Muson Barat cukup kuat maka Musim Hujan 2008/2009 cenderung di Atas Normal. Dalam kondisi demikian pemantauan curah hujan harian perlu diintensipkan , terutama bila terjadi hujan terus menerus selama 3 hari , bila curah hujan harian di atas 100 mm, bila curah hujan per jam mencapai angka 30 mm dan merata baik di hulu maupun di hilir sungai, bila curah hujan lebat bersamaan waktunya dengan pasang air laut maka Waspadalah! Waspadalah!

Banjarbaru, 1 Nopember 2008

Last changed: 02 Nov 2008 at 06:44:28

Back

Comments

None Found

Add Comment