Menu

Istilah-istilah yang dipakai dalam prakiraan


Sifat Hujan adalah perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan nilai rata-rata atau normalnya pada bulan tersebut di suatu tempat.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

  1. Di Atas Normal (A), jika perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115%
  2. Normal (N), jika perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85%-115%
  3. Di Bawah Normal (B), jika perbandingan terhadap rata-ratanya lebih kecil dari 85%

Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.

Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama 30 tahun berturut - turut yang periode waktunya dapat ditentukan secara bebas.

Standar Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama 30 tahun berturut - turut yang periode waktunya sudah ditetapkan, yaitu:

  1. 1 Januari 1901 s/d 31 Desember 1930,
  2. 1 Januari 1931 s/d 31 Desember 1960,
  3. 1 Januari 1961 s/d 31 Desember 1990,
  4. 1 Januari 1991 s/d 31 Desember 2020,

dan seterusnya.

Cuaca ekstrim, yaitu keadaan cuaca yang terjadi bila:

  1. Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan yang bersangkutan di stasiun tersebut.
  2. Intensitas hujan terbesar dalam 1 (satu) jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1 (satu) hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya.
  3. Terjadi kecepatan angin > 45 km/jam dan suhu udara>35 C atau <15 C.
  4. Hujan ekstrim,  yaitu keadaan curah hujan melebihi 100 mm/hari

Konsistensi:  Konsisten berarti prakiraan dan observasi saling mendukung, hampir konsisten berarti selisih 1 blok, sementara tidak konsisten berarti hasil observasi berlawanan dengan prakiraan.

Fire Danger Rating System adalah suatu cara untuk mengetahui tingkat resiko terjadinya kebakaran hutan / lahan dengan menggunakan data cuaca, terdiri dari :

  1. Drought Code (DC), adalah indeks kekeringan dan konsumsi bahan bakar total yang menggambarkan potensi asap.
  2. Fire Weather Index (FWI), adalah indeks dari bahaya kebakaran, intensitas api, dan peringkat penanggulangan kebakaran.

Akurasi Prakiraan

Akurasi  prakiraan di tentukan berdasarkan rumus :

rumus

dimana :

CHpra = Curah Hujan Prakiraan;
CHobs = Curah Hujan Hasil Observasi.


Pengertian


Cuaca

Cuaca, adalah :

 

  • Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena ( World Climate Conference, 1979 ).
  • Keadaan Variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek ( Glen T. Trewartha, 1980 ).
  • Keadaan Atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek ( Gibbs, 1987 ).

    Iklim

    Iklim, adalah :

     

    • Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya ( World Climate Conference, 1979 ).
    • Konsep Abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang ( Glenn T. Trewartha, 1980 ).
    • Peluang Statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang ( Gibbs,1987 ).

    Musim

    Musim, adalah :

     

    • Rentang waktu yang mengandung fenomena ( nilai sesuatu unsur cuaca ) yang dominan atau mencolok ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ).
      Contohnya, musim dingin adalah rentang waktu yang selama itu Suhu udara selalu rendah, musim hujan adalah rentang waktu yang memiliki banyak terjadi hujan.

    Berdasarkan beberapa definisi tentang cuaca dan iklim tersebut, kiranya dapat diartikan, yaitu :

    • Cuaca, adalah keadaan fisik atmosfer pada suatu saat ( waktu tertentu ) disuatu tempat, yang dalam waktu singkat ( pendek ) berubah keadaannya, seperti panasnya, kelembabannya, atau gerak udaranya.
    • Iklim, adalah peluang statistik keadaan cuaca rata-rata atau keadaan cuaca jangka panjang pada suatu daerah meliputi kurun waktu beberapa bulan atau beberapa tahun.

    Istilah yang dipakai dalam Informasi Iklim


    Permulaan Musim Kemarau

    Ditetapkan berdasarkan jumlah Curah Hujan dalam satu dasarian ( 10 hari ) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa Dasarian berikutnya. Permulaan musim Kemarau, bisa terjadi lebih awal ( maju ), sama atau lebih lambat ( mundur ) dari normalnya ( rata-rata 1971 - 2000 ).

    Permulaan Musim Hujan

    Musim hujan ditetapkan berdasarkan jumlah Curah Hujan dalam satu dasarian ( 10 hari ) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awala ( maju ), sama atau lebih lambat ( mundur ) dari normalnya ( rata-rata dari tahun 1971 - 2000 ).

    Dasarian : adalah rentang waktu selama 10 ( sepuluh ) hari.

    Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 ( tiga ) dasarian, yaitu :

    • Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.
    • Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.
    • Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

    Kegunaan Informasi Iklim


    • Informasi cuaca dan iklim mempunyai andil sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi pembuat keputusan. Oleh karena itu, sangat bijaksana apabila informasi cuaca dan iklim diperhatikan dan digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan, baik pada waktu sebelum maupun selama melakukan kegiatan.
    • Informasi cuaca/ iklim mempunyai Nilai Ekonomi dalam berbagai kegiatan.
    • Informasi cuaca/ iklim mempunyai peran dalam memantau anomali/ perubahan iklim secara global sebagai dampak peningkatan aktivitas manusia.

 

Pembaharuan terakhir pada 29/04/2012 oleh Admin

  hit counter script