Unsur dan Fenomena Cuaca

1. Unsur Cuaca

Berikut merupakan keunikan dari unsur cuaca yang terjadi di daerah tropis dibandingkan dengan daerah lintang tinggi :

  • Temperatur udara yang lebih tinggi
  • Tekanan Udara yang lebih rendah
  • Radiasi matahari dan intensitas yang diterima lebih besar
  • Pola angin yang monsunal diakibatkan oleh pembentukan tekanan rendah pada saat matahari mencapai daerah 23,5°.
  • Pembentukan awan yang lebih banyak, khususnya awan-awan konvektif
  • Intensitas curah hujan yang lebih tinggi


2. Fenomena Cuaca

Fenomena cuaca atau iklim khusus yang terjadi di daerah tropis antara lain :

  • ITCZ (InterTropical Convergen Zone), merupakan istilah untuk menggambarkan keadaan konvergensi dari angin pasat (Travelling Wind).
  • Hot Tower, yaitu pembentukan awan konveksi yang sangat tinggi sehingga dapat menghasilkan endapan yang sangat besar. Selain itu awan ini juga sering mengakibatkan angin squall yang berbahaya bagi penerbangan.
  • Palung monsoon dan buffer system, yang mempengaruhi daerah dengan curah hujan tinggi.
  • Siklon Tropis, yaitu badai atau pusaran angin yang terus meningkat yang tumbuh didaerah perairan tropis namun berkembang dan mengarah ke daerah subtropics diakibatkan gaya corioli. Pertumbuhan siklon ini diakibatkan karena adanya suhu permukaan laut daerah tropis yang panas, sehingga energi yang dihasilkan semakin tinggi dan menjadi faktor utama terbentuknya tekanan rendah dan pertumbuhan awan.
  • Elnino dan Lanina, merupakan gejala iklim tropis yang diakibatkan oleh perbedaan suhu muka laut di daerah Samudera Pasifik Timur dengan Samudera Hindia. Perbedaan ini akan mengakibatkan siklus angin  Walker yang dapat berosilasi ke timur-barat.  Apabila siklus ini bergeser ke timur maka pembentukan awan di daerah Indonesia akan bergeser ke daerah Pasifik, sehingga mengakibatkan kekeringan, gejala ini disebut Elnino. Apabila siklus Walker bergeser ke barat maka pembentukan awan di Indonesia akan semakin meningkat, gejala ini disebut Lanina.
  • Madden-Julian Oscillation (MJO), merupakan gejala iklim tropis yang hampir sama seperti Elnino, namun terjadi di daerah samudera Hindia dan Pasifik Barat.

3. Observasi Cuaca Tropis

Meteorologi tropis merupakan bahasan yang unik, sehingga pada tahun 1950-an WMO telah menetapkan sebagai bagian dari program World Weather Watch (WWW). Oleh sebab itu pengamatan yang dilakukan penting guna menunjang pengamatan cuaca secara global. Selain itu memang telah diketahui bahwa fenomena cuaca didaerah tropis sangat memberikan efek besar kepada perubahan cuaca dunia, hal ini diakibatkan sumber energi utama dari terbentuknya cuaca yaitu radiasi matahari bertumpuk di daerah tropis. Untuk itu diperlukan pengamatan yang rapat untuk menghasilkan analisa dan studi yang mendalam tentang keadaan atmosfer tropis. Indonesia merupakan daerah tropis yang unik, karena atmosfernya dipengaruhi oleh kehadiran angin pasat, aliran angin monsunal, iklim maritim, dan pengaruh lokal. Distribusi perairan yang sangat luas menjadikan daerah Indonesia agak sulit dalam melaksanakan pengamatan, oleh sebab itu selain stasiun meteorologi sinoptik dan stasiun meteorologi maritim, maka diperlukan tambahan alat-alat lain untuk merapatkan pengamatan seperti buoys, radar dan satelit cuaca, serta pengamatan udara atas.