BPOST [25/9/2007]

Musim kemarau tiba. Ini berarti kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera menjadi ancaman serius. Untuk menyikapi masalah tahunan itu, dua helikopter Kamov 32 A yang baru disewa Departemen Kehutanan (Dephut) dari sebuah perusahaan di Korea Selatan langsung disiapkan untuk memadamkan titik api di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di dua provinsi ini makin hari titik api semakin bertambah.

“Dari sekitar 100, sekarang jadi 300 hotspot,” kata Menhut MS Kaban disela-sela serah terima dua heli yang disewa lewat PT. National Utility Helicopter itu di Bumi Perkemahan Cibubur, Senin (24/9).

Banyaknya titik api itu terpantau lewat satelit NOAA dalam dua hari terakhir. Karena itu, Kaban memerintahkan agar heli berkapasitas 5.000 liter air yang baru disewa ini segera diberangkatkan untuk membantu pemadaman. Kaban menjelaskan, Kebakaran hutan maupun lahan yang terjadi di Sumatera maupun Kalimantan, kebanyakan berasal dari aktivitas pembukaan lahan oleh warga setempat.

Kaban berharap kedatangan dua amunisi baru Dephut yang disewa senilai Rp. 26 miliar untuk 320 jam itu bisa mengurangi titik api sebanyak 50% dibandingkan tahun lalu. Pemerintah tidak ingin ketika konferensi internasional tentang pemanasan global yang akan berlangsung di Bali pada Desember mendatang, diganggu asap. ant/dtc