Taman Alat Dan Sangkar Meteorologi
filed in General on Des.22, 2008
BAB II [Pengenalan Alat-alat]
Taman Alat dan Sangkar Meteorologi
Pengamatan Unsur-unsur meteorologi memerlukan alat-alat meteorologi. ketelitian pengamatan tergantung dari berbagai macam faktor misalnya ketelitian alat, ketelitian Observer atau pengamat, methode atau cara yang dipakai serta penempatan atau pemasangan alat.
Agar hasil pengamatan dari berbagai stasiun meteorologi dapat dibandingkan satu sama lain, maka penempatan alat-alat meteorologi dan tata cara pengamatan pun haruslah sama. Untuk keperluan Untuk keperluan tersebut pada stasiun meteorologi dan klimatologi dibuat taman alat yang didalamnya terdapat antara lain sangkar Meteorologi.
Taman Alat-alat Meteorologi
Taman alat meteorologi umumnya terdapat pada setiap stasiun meteorologi. Luasnya tergantung pada jenis alat-alat yang dipasang didalamnya. Tempat untuk membangun taman alat disesuaikan dengan jenis Stasiun, agar hasil pengamatan cukup representatif. Misalnya taman alat untuk keperluan penerbangan dibangun dekat landasan. Taman alat meteorologi pertanian dibangun ditempat yang representatif untuk keperluan pertanian. Taman alat untuk stasiun Klimatologi dibangun sedemikian rupa agar dapat beroperasi dengan baik secara terus menerus minimal 10 tahun. Taman alat untuk stasiun synoptic dibangun pada tempat yang dianggap cukup representatif untuk daerah sekitarnya. Untuk membangun suatu taman alat perlu diketahui ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Pilihlah Tanah yang datar, atau yang sudah diratakan dan ditanami rumput pendek. Tanah tersebut jauh letaknya dari pohon-pohon dan bangunan yang tinggi.
Taman alat-alat diberi pagar/kawat disekelilingnya setinggi ± 1 meter, untuk melindungi alat-alat terhadap gangguan binatang dan lain-lainnya.
Ukuran atau luas taman alat-alat tergantung dari jenis stasiun atau jumlah alat-alat yang dipasang di dalamnya, misalnya untuk taman alat meteorologi synoptic dan meteorologi penerbangan ukurannya 20 x 15 m2. Luas taman alat-alat meteorologi pertanian 40 x 20 m2. Sebaiknya arah taman alat memanjang utara selatan letak pintu taman alat dapat disesuaikan dengan letak kantor. Untuk keperluan observasi didalam taman alat dapat dibuatkanjalan berkerikil dengan lebar ± 50 cm. Letak alat-alat meteorologi didalam taman alat ditentukan seperti terlihat pada gambar. Letaknya sudah ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu satu sama lain. Penukaran tempat bisa mempengaruhi hasil pengamatan. Misalnya, tempat untuk sangkar dipasang solarimeter atau campbel stokes, maka pada suatu saat bayangan dari tiang anemometer akan menutupi solarimeter sehingga radiasi matahari tercatat akan berkurang.
- Campbell Stokes
- Eppley pyrheliometer
- Actinograph bimetal Belfort
- Anemometer 6 (enam) meter
- Thermometer tanah 2 meter
- Thermometer Tanah
- Sangkar 0,20 m
- Panci terbuka ( Open Pan )
- Sangkar 1,20 m
- Penakar hujan hellman
- Penakar hujan biasa
- Anemometer
- Sangkar
- Penakar hujan biasa
- Penakar Hujan Otomatis tiang theodolite
- Tiang Solari meter.
Sangkar Meteorologi
Sangkar meteorologi umumnya dipasang di dalam taman alat-alat meteorologi, bentuknya terlihat seperti pada gambar.
Keterangan :
- Beton 1 : 2 : 3
- Permukaan Lantai Sangkar
- Pintu Sangkar 2 (dua) daun, bagian muka dan belakang.
- Papan Penutup Ruang Sangkar ( tebal 2 cm ) berlubang 5 (lima) @=2,5 cm.
Didalam sangkar Meteorologi dipasang alat-alat seperti Thermometer bola kering, Thermometer bola basah, Thermometer maximum, Thermometer minimum, dan Evaporimeter jenis piche. pada stasiun meteorologi pertanian dan klimatologi dipasang Evaporometer jenis Keshner tersendiri.
Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu sama lain. Selain itu, alat-alat yang terdapat didalamnya terlindung dari radiasi matahari langsung, hujan dan debu.
Bentuk Sangkar Meteorologi dan Pemasangannya.
Sangkar Meteorologi dibuat dari kayu yang baik ( jati/ Ulin) sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih supaya tidak banyak menyerap radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan lantainya berada pada ketinggian 120 cm diatas tanah berumput pendek, sedangkan letaknya paling dekat dua kali ( sebaiknya empat kali) tinggi benda yang berada di sekitarnya.
Sangkar harus dipasang kuat, berpondasi beton, sehingga tidak dapat bergerak atau bergoyang jika angin kencang. selain itu agar angkar tidak mudah di makan rayap.
Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi ini memungkinkan adanya aliran udara. Temperatur dan kelembaban udara didalam sangkar mendekati/hampir sama dengan temperatur dan kelembaban udara diluar.
Sangkar dipasang dengan pintu membuka/menghadap Utara-Selatan, sehingga alat-alat yang terdapat didalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. jika matahari berada pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau sebaliknya.
~~><~~

Januari 20th, 2009 on 15:00
tulisan bapak sangat menarik dan bermanfaat. saya mau bertanya, di mana pak kalau saya ingin mendapatkan alat-alat tersebut ? apakah penggunannya diperbolehkan oleh organisasi sosial ? lalu berapa kira-kira alat untuk mengukur kualitas udara ?
terima kasih
Januari 20th, 2009 on 18:43
@Radenluki,
Terim kasih atas kunjungannya, kalau mas ingin mendapatkan alat-alat tsb mas bisa kunjungi website CV. Alphamas Mandiri yang merupakan distributor alat-alat tsb di http://www.alphamas.co.id, kalo mas domisili di Jakarta bisa kontak /datang langsng ke alamat JL.SUMUR BATU RAYA BLOK.A3/15, KEL.SUMUR BATU, KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT Telepon : 5683784
Siapa pun boleh menggunakan alat ini, untuk harganya mungkin mas bisa tanya langsung pada distributornya, terima kasih mudahan bermanfaat.
Maret 31st, 2009 on 11:09
Pak agus terus terang ini saya sangat tertarik dengan tulisan bapak……
Oktober 23rd, 2009 on 02:43
Pak mau tanya prinsip dasar cara kerja anemometer seperti apa ya….?saya mahasiswa DIII Teknik elektro saya tertarik dengan asalah satu peralatan BMKG yaitu anemometer,dalam skripsi saya ingin membuat sistem alarm kecepatan angin berbasis mikroprosesor…..terimakasih
November 2nd, 2009 on 18:23
tulisan bapak berguna banget, makasih
Februari 22nd, 2012 on 21:20
infonya sangat menarik…
mohon dilengkapi gambar dan tata letak peralatan di taman alat pak…. mungkin akan lebih bermanfaat…