Peralatan Kualitas Udara (KU)
filed in Kualitas Udara on Des.19, 2008
I PENDAHULUAN
Latar belakang pemantauan kualitas udara di BMG adalah dengan adanya program WMO yang terdiri dari :
- Global Ozone Observing System ( GO3OS ) pada tahun 1950
- Background Air Pollution Monitoring Network ( BAPMoN ) Pada tahun 1960
- Global Atmosphere Watch ( GAW ) dan GAW Urban Research Meteorology And Environment ( GURME ) pada tahun 1989
Pengamatan kualitas udara dilakukan di stasiun-stasiun pemantau BMG meliputi pengukuran konsentrasi debu (SPM) di 37 stasiun, konsentrasi SO2, NO2, Ozon permukaan. Pengamatan Aerosol dilakukan pengukuran di dua stasiun yaitu stasiun BMG Jakarta dan GAW Bukit Kototabang. Pemantauan kualitas air hujan di 26 stasiun di Indonesia menghasilkan informasi kualitas air hujan meliputi tingkat keasaman (pH), daya hantar listri dan unsur-unsur kimia yang terlarut dalam air hujan . Kegiatan pemantauan Kualitas Udara meliputi pengambilan sampel di stasiun-stasiun pemantau, pengiriman sampel ke Laboratorium Kualitas Udara di BMG pusat, serta analisis terhadap sampel di laboratorium untuk menghasilkan nilai konsentrasi dari setiap parameter kualitas udara. Parameter yang diukur dalam air hujan adalah :
Dalam pemantauan dan analisis sampel mempergunakan peralatan sampling , pemantau otomatis dan peralatan laboratorium . Diharapkan dengan adanya Workshop peralatan ini akan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Observer / teknisi untuk melaksanakan tugas di stasiun
Peralatan Kualitas Udara Yang Dimaksud dengan peralatan Kualitas udara adalah semua peralatan yang dipergunakan untuk pemantauan parameter kualitas udara dan peralatan yang dipergunakan untuk analisis sampel parameter kualitas udara
Peralatan tersebut terdiri dari :
1. Peralatan Sampling ( Alat yang diipergunakan untuk mengambil sampel )
2. Peralatan Pemantau Otomatis
3. Peralatan laboratorium
II PERALATAN KUALITAS UDARA
High Volume Sampler

Fungsi : Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )
Aerosol Sampler

Fungsi : Untuk mengambil sampel aerosol
Passive Sampler

Fungsi : Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara Ambient
Automatic Rain Sampler

Fungsi : Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
Air Kit Flask Sampling

Funsi : Untuk Mengambil Sampel Udara yang akan dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography
Ozone Analyzer

Fungsi : Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV Photometry
Carbon Dioxed Analyzer

Fungsi : Untuk Mengukur Konsentrasi Gas Carbon Dioxide dengan metode pengukuran menggunakan sistem sinar Infra Merah
Carbon Monoxide Analyzer

Fungsi : Untuk Mengukur Konsentrasi Gas Carbon Monoxide dengan menggunakan metode pengukuran UV Photometry
Nephelometer

Fungsi : Untuk mengukur Partikel Debu ukuran PM 2.5 dengan metode pengukuran Light Scattering
Beta Attenuation Monitoring 1020

Fungsi : Untuk mengukur Partikel debu ukuran PM 10 dengan menggunakan metode Beta Atteunation Monitoring
Solar Radiation Monitoring

Fungsi : Untuk Mengukur Radiasi Matahari baik secara langsung, Global, Diffuse dan Infra Merah
III PRINSIP KERJA PERALATAN
High Volume Sampler
High Volume Sampler mempunyai prinsip kerja dimana udara yang mengandung partikel debu di hisap mengalir melalui kertas filter dengan menggunakan motor putaran kecepatan tinggi. Dimana debu menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur konsentrasinya dengan cara kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan sesudah sampling disamping itu juga dicatat flowrate dan waktu lamanya sampling sehingga didapat konsentrasi debu tersebut.
Aerosol Sampler
Aerosol Sampler mempunyai sistem kerja hampir sama dengan HV Sampler yang beda hanya ukuran dan bentuk kertas filter dimana udara masuk melalui inlet dan mengalir melalui kertas filter yang dipasang pada tempat filter yang berbentuk bulat dengan dihisap menggunakan motor pompa debu akan menempel di kertas filter.
Passive Sampler
Passive Sampler merupakan peralatan untuk sampling yang digunakan untuk mengambil Sampler SO2 dan NO2 dari udara ambient. Prinsip kerjanya tidak membutuhkan power listrik karena bersifat pasif dimana alat ini bebrbentuk bulat dan didalamnya terdapat kertas filter yang sudah diberi cairan khusus dari bahan kimia yang fungsinya untuk menangkap gas SO2 dan NO2 yang ada di udara sekeliling. Setelah sampling kemudian passive Sampler tersebut dianalisa di Laoboratorium Kualitas Udara BMG Jakarta untuk mendapatkan data SO2 dan NO2.
Automatic Rain Sampler
Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel air hujan Wet dan Dry . Prinsip kerjanya jika terjadi hujan maka sensor akan memberi trigger kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat penampungan air hujan yang digerakan oleh motor listrik, selama hujan turun penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup akan bergerak kembali keposisi semula. Sehingga air hujan yang ada ditempat penampung tidak terkena kotoran yang lain karena tertutup rapat. Kemudian air hujan tersebut dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara BMG Jakarta untuk dianalisa.
Ozone Analyzer
Ozone Analyzer adalah peralatan sampling otomatis untuk mengukur konsentrasi Ozone Permukaan yang berada diudara sekeliling. Prinsip Kerjanya Udara di sekeliling dihisap masuk melalui inlet yang berbahan plastik atau teflon kemudian dialirkan melalui pipa slang plastik menuju Surface ozone Analyzer diamana didalamya terdapat kolom pipa yang melalui lampu Ultra Violet dan Detctor sehingga udara yang mengalir akan melalui pancaran sinar Ultra Violet yang akan diterima oleh detector didalam kolom tersebut. Secara garis besar prinsipnya untuk mengukur UV Absorption oleh molekul Ozone

Carbon Dioxide
Carbon Dioxide Analyzer adalah peralatan untuk mengukur konsentrasi gas CO2 dimana mempunyai prinsip kerja udara ambient dihisap masuk memlalui inlet dan mengalir lewat pipa slang plastik masuk ke CO2 Analyzer dimana konsentrasi sampel gas CO2 diukur dengan cara mengukur seberapa banyak sinar infra merah yang diserap sampel gas CO2 yang mengalir melalui korelasi multi-cell diisi memutar pada satu sisi dengan referensi CO2 Cell.
Carbon Monoxide
Carbon Monoxide Analyzer adalah peralatan untuk mengukur konsentrasi gas CO dimana mempunyai prinsip kerja hampir sama dengan CO2 Analyzer yang membedakan hanya gas standar yang dipakai untuk kalibrasinya. Disamping juga ada yang menggunakan sistem Ultra Violet Photometry.
Nephelometer
>
Nephelometer adalah peralatan sampling otomatis untuk mengukur parameter aerosol ukuran PM 2.5. Dimana mempunyai prinsip kerja udara ambient dihisap masuk melalui inlet secara kontinyu mengalir melalui pipa slang plastik udara ambient masuk ke M9003 Nephelometer Analyzer yang terdapat kolom pipa yang isinya lampu LED dan detector dimana data dihasilkan dengan mengukur light Scattering / hamburan sinar yang dipengaruhi oleh konsentrasi PM 2.5 yang diterima oleh detektor.
BAM 1020 Analyzer
Beta Atteunation Monitoring ( BAM ) 1020 Analyzer adalah peralatan sampling otomatis untuk mengukur parameter aerosol ukuran PM 10 . Dimana prinsip kerja Udara ambient dihisap menggunakan motor listrik masuk melalui inlet cyclone dimana jika partikel tersebut kecil akan mengalir melalui pipa aluminium karena beratnya ringan dan jika partikel lebih besar dari PM 10 maka akan berputar-putar dan tidak akan masuk ke BAM 1020 Analyzer. Kemudian Partikel debu tersebut mengalir melewati kertas filter melalui Nozzel dan akan menempel pada kertas filter yang nantinya akan diukur menggunakan sinar Beta dengan metode pengecilan atau pelemahan sinar beta oleh ketebalan konsentrasi debu PM 10 yang menempel pada kertas filter.

Solar Radiation Monitoring
Solar Radiation Monitoring adalah peralatan untuk mengukur radiasi matahari baik secara langsung / Direct, Global, Diffuse, Infra Merah. Dimana komponen dasarnya adalah menggunakan sejenis pyranometer yang mempunyai prinsip kerja sebagai thermo couple dimana sifat dari benda hitam atau black body yang lebih banyak menyerap radiasi panas sinar matahari. dimana perubahan dari perbedaan suhu antara kedua benda yang akan menimbulkan gaya gerak listrik sehingga menimbulkan teganggan yang nantinya dikonversi ke satuan radiasi matahari yang dipakai seperti joule/hour atau Watt/hour.


Desember 19th, 2008 on 14:59
Maret 30th, 2009 on 10:59
Dengan hormat,
Mohon informasi untuk Air Kit Flask Sampling.
Hormat kami,
Rizal Mahdi
Maret 30th, 2009 on 19:10
Artikelnya dah terbit tuh, tapi terjemahin sendiri ya…, thanks.
Mei 11th, 2009 on 10:12
Mohon info tentang teknik pengukuran daya radiasi matahari. trima kasih
Mei 13th, 2009 on 05:31
Insyaallah nanti kami post kan, tunggu aja ya gak lama koq
Juni 18th, 2009 on 15:31
Assalamu’alaiykum warohmatullohi wabarakatuh
Mau tanya.
Misal, ada data konsentrasi udara ambient di Kota Bogor dengan angka berturut – turut 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm pada tahun 2002, 2004 dan 2005.
Nah, untuk menentukan tahun 2006, jika tidak ada dana, apa boleh kita menganalisanya dengan menggunakan rumus bunga berganda untuk memperkirakan kenaikan dan angka ppm untuk tahun 2006?
Rumus bunga berganda ini biasa digunakan untuk menghitung perkiraan jumlah penduduk dari data dasar yg dimiliki.
Mohon jawabannya, karena skripsi saya sedang menuju ke arah sana.
Terima kasih.
Jumadi S.A.
0852 1903 6775
Juni 20th, 2009 on 22:56
halo Pak,
ada info untuk membeli alat aerosol sampler, lysimeter dan piche evaporimeter dimana ya Pak? ato web distributor yang menyediakan alat tersebut…
terimakasih
baequni
Juli 7th, 2009 on 13:32
saya kira metode itu bisa digunakan dengan asumsi jika jumlah penduduk meningkat maka polutan yang akan dihasilkan sebagai akibat kegiatan manusia semakin bertambah; dengan kata lain pertambahan polutan di udara berbanding lurus dengan pertambahan penduduk ;namun demikian coba dikonsultasikan lagikepada teman2 yang menguasai ilmu statistik
November 18th, 2009 on 13:34
saya mau tanya,
bisakah alat pengukur kecepatan angin diganti dengan alat sepidometer motor?
November 30th, 2009 on 11:26
pada prinsipnya speedometer berputar dan menempuh jarak dalam km, maka jika putaran roda diganti dengan kincir angin, mungkin bisa dihasilkan kecepatan angin rata2 dalam km per jam, atau km per hari (24 jam). tetapi bila anda membuat alat tersebut seyogyanya dikoreksi dengan anemometer yang standard yang ada di stasiun meteorologi/klimatologi, supaya diperoleh angka koreksinya (persamaan regresinya), sehingga diperoleh data angin yang lebih akurat.
November 30th, 2009 on 11:29
distributor alat2 klimatologi/kualitas udara http://www.alphamas.co.id
Januari 9th, 2010 on 15:11
mohon info tentang alat uji kualitas udara/alat detektor kualitas udara, spesifikasi dan dimana kami bisa mendapatkannya.
kami memerlukan alat untuk mendeteksi/menguji kualitas udara dalam ruangan misal kantor, rung tunggu bandara dll.
trima kasih.
Januari 9th, 2010 on 15:21
mohon info/katalog alat detektor/uji kualias udara
demikian atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
cv.kota baru yogyakarta
jln magelang km 10 no 33b
sleman 55511 yogyakarta
telp. (0274)869405
ade 085292295858
Januari 14th, 2010 on 13:44
sdr ade wibowo: coba hubungi Pusat Instrumentasi , Rekayasa dan Kalibrasi BMKG Pusat Jl Angkasa I/2 Kemayoran Jakarta Pusat
Mei 7th, 2010 on 12:57
mohon info cara melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pak. terimakasih atas bantuannya.
Mei 4th, 2011 on 00:33
mohon bantuanya untuk membagi standart pengukuran penyerapan/pengaruh sinar UV pada plastik hdpe. trimakksh
Mei 31st, 2011 on 22:57
untuk masalah kualitas udara, coba kunjungi web GAW Kototabang di http://gawkototabang.wordpress.com/data/gas-rumah-kaca/
Desember 30th, 2011 on 11:11
mohon info harga 1 unit pemantauan kualitas udara berikut pelatihan operatornya
F. Azwari
085246964391