Air pasang Tabanio bukan Tsunami
Hari Senin malam 15 Desember 2008 telah terjadi air pasang di pesisir Tabanio , Alalak dan sebagian kota Banjarmasin di tepian sungai Barito. Malam berikutnya air pasang lebih hebat dan meluas sampai obyek wisata pantai Takisung dan Batakan di pesisir bagian Barat Kalimantan Selatan. Warga panik lantaran air laut naik setinggi lebih dari 2 meter dan mengira telah terjadi Tsunami.
Apa itu Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang Tsu (pelabuhan)dan Nami (gelombang besar), jadi Tsunami berarti gelombang besar yang melanda pelabuhan (pantai). Pada 15 Juni 1896 gempa besar menimbulkan Tsunami di kota pelabuhan Sanriku Jepang dan menewaskan 270.000 orang. Di Aceh 26 Desember 2004 juga terjadi gempa berkekuatan 8,9 SR dan menimbulkan korban 225.000 jiwa akibat gelombang Tsunami.
Ada beberapa syarat kemungkinan terjadinya Tsunami yaitu :
- Gempa bumi di laut dengan kekuatan > 7 SR.
- Kedalaman pusat gempa (Epicenter) dangkal (30km).
- Model patahan dasar laut (deformasi) vertikal.


Gambar : Deformasi vertikal yang mengakibatkan Tsunami.
Beberapa tanda akan datangnya Tsunami
- Air laut surut dengan tiba-tiba dan ikan banyak terperangkap di batu karang.
- Bau asin yang menyengat.
- Terasa goncangan gempa keras di pantai.
- Tampak garis putih di tengah laut.
Secara theori wilayah Kalimantan Selatan kecil kemungkinan terjadi Tsunami karena
jauh dari pertemuan lempeng tektonik Indo Australia, Eurasia maupun lempeng Pasifik. Di samping itu pulau Jawa di sebelah Selatan dan pulau Sulawesi di sebelah Timur Kalsel se olah-olah menjadi benteng pelindung andaikata terjadi gempa besar.
Mengapa air pasang tinggi?
Air pasang tinggi disebabkan karena beberapa faktor :
- Pengaruh astronomis yaitu posisi bumi, bulan dan matahari yang mendekati satu garis lurus sehingga gaya tarik bulan diperkuat gaya tarik matahari. Posisi ini dicapai pada waktu bulan Purnama dan bulan Baru.
- Jauh dekatnya jarak bulan dan bumi , semakin dekat jarak keduanya, gaya tarik menarik semakin besar.
- Pengaruh angin Muson Barat yang bertiup di bulan Desember menambah parah air pasang di pesisir Kalsel yang menghadap ke Barat.


Gambar : Angin Muson Barat dan citra satelit tgl 16 Desember 2008
- Cuaca buruk di laut Jawa yang mempengaruhi jumlah hujan di Kalsel . Pada tgl. 15 dan 16 Desember di Kab. Tanah Laut curah hujannya cukup lebat mencapai 52 mm dan 67 mm/ hari , sedangkan di Banjarbaru tercatat 34 mm dan 66 mm/hari.
- Kemungkinan terjadinya upwelling di pantai karena perbedaan suhu laut arah vertikal.
Prakiraan Bulan Purnama dan Bulan Baru di tahun 2009
Pada bulan Desember 2008 bulan purnama jatuh tgl. 13/14 Desember 2008 (15 Dzulhijjah 1429 H) dan ternyata 2 hari kemudian terjadi air pasang tinggi. Kalender tahun 2009 berikut ini mungkin bisa dijadikan acuan masyarakat pesisir pantai dan tepian sungai untuk berjaga di malam hari , beberapa hari setelah purnama dan bulan baru, khususnya apabila malam itu terjadi cuaca buruk.
BULAN PURNAMA (FULL MOON) BULAN BARU (NEW MOON)
Sumber : noaa |
Guntung Paikat, 19 Desember 2008
Mereka Bicara