filed in Paper on Okt.16, 2010
Iklim wilayah Indonesia yang secara gegografis terletak di wilayah equator, secara garis besar dipengaruhi oleh unsur-unsur fenomena lokal seperti :
1.1. Kondisi Suhu Muka Laut Perairan Sekitar Indonesia.
1.2. Sirkulasi Monsun Asia – Australia
1.3. Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ)
[Read the rest of this entry...]
Tags: iklim, monsoon, suhu
filed in Paper on Okt.16, 2010
Unsur dan Fenomena Cuaca
Berikut merupakan keunikan dari unsur cuaca yang terjadi di daerah tropis dibandingkan dengan daerah lintang tinggi :
- Temperatur udara yang lebih tinggi
- Tekanan Udara yang lebih rendah
- Radiasi matahari dan intensitas yang diterima lebih besar
- Pola angin yang monsunal diakibatkan oleh pembentukan tekanan rendah pada saat matahari mencapai daerah 23,5°.
- Pembentukan awan yang lebih banyak, khususnya awan-awan konvektif
- Intensitas curah hujan yang lebih tinggi
[Read the rest of this entry...]
Tags: atmosphere, cuaca, EL Nino, iklim, La-Nina
filed in Paper on Okt.16, 2010
Bab I Pendahuluan
1. Definisi
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keadaan atmosfer (cuaca) gejala fisis dan dinamisnya serta fenomena-fenomena yang berkaitan dengan cuaca. Ilmu ini merupakan salah satu cabang ilmu dari Geofisika yang mempelajari tentang bumi secara keseluruhan. Meteorologi mempelajari atmosfer dari permukaan sampai dengan ketinggian tropopause, karena pada level ini merupakan batas dari gejala/fenomena cuaca. Terkait dengan pembelajaran atmosfer secara vertical, untuk mempelajari meteorologi maka diperlukan observasi cuaca secara global, ini terkait dengan sifat atmosfer yang sifatnya fluida sehingga mempengaruhi dengan sekitarnya. Namun dalam prakteknya tentu sifat atmosfer ditiap tempat memiliki keunikan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan klasifikasi untuk mempermudah dalam mempelajarinya. Salah satu bahasan yang dipelajari dalam meteorologi adalah fenomena disekitar lintang ekuator, yaitu di daerah tropis. Meteorologi Tropis adalah ilmu yang mempelajari keadaan cuaca dan fenomenanya dari sifat fisis dan dinamis di daerah tropis.
[Read the rest of this entry...]
Tags: cuaca, equator, iklim
filed in Klimatologi on Sep.02, 2009

SEKILAS TENTANG TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA (TMC)
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau dalam istilah awamnya hujan buatan menurut terminologi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) adalah upaya manusia dalam mengantisipasi atau mengatasi bencana alam yang diakibatkan oleh iklim dan cuaca pada lokasi tertentu dan penerapannya berdasarkan kaidah ilmu fisika terapan.
Jadi jelas bahwa TMC tidak membuat atau menciptakan hujan melainkan membantu pertumbuhan awan dan mempercepat turun hujan (catatan: pencipta hujan adalah Allah SWT dan dikirimkan oleh malaikat Mikail) . Caranya dengan menggunakan pesawat terbang (biasanya jenis CASSA) yang didisain khusus untuk menaburkan zat hygroskopis (zat yang mudah menyerap air) misalnya serbuk garam dapur NaCl di atas awan-awan Cumulus yang sedang tumbuh. Tujuannya supaya serbuk Na Cl tersebut mengikat butir-butir air dalam awan menjadi bintik-bintik air yang lebih besar ukurannya sehingga awan segera menjadi padat dan turun sebagai hujan yang jatuh pada target tertentu di permukaan misalnya untuk mengisi kekosongan waduk dan bendungan serta memadamkan kebakaran hutan.. [Read the rest of this entry...]
Tags: Awan, cuaca, Cumulus, EL Nino